Riset tentang uang kaget: kenapa nama yang Anda berikan menentukan nasibnya
Nama yang Anda berikan pada uang menentukan nasibnya. Dalam empat eksperimen, uang yang persis sama dibelanjakan lebih banyak ketika disebut bonus, yaitu tambahan dari posisi sekarang, dibanding ketika disebut pengembalian, yaitu kembali ke posisi sebelumnya. Studi lain tentang pembayaran sekaligus dari pemerintah Amerika menunjukkan jarak lebar antara apa yang orang katakan akan mereka lakukan dan apa yang muncul di data belanja. Karena itu uang sekaligus seperti THR paling aman diberi tugas sebelum tanggal cairnya, bukan sesudah.
Batasnya lebih dulu: ini sampel Amerika
Ketiga studi di halaman ini dikerjakan di Amerika Serikat dan mengukur pembayaran sekaligus dari pemerintah Amerika, bukan tunjangan hari raya di Indonesia. Kami mengatakannya terus terang karena tidak ada gunanya menyiratkan bahwa ada bukti lokal padahal tidak ada. Yang bisa dipindahkan adalah mekanismenya, yaitu bagaimana orang memperlakukan sejumlah uang yang datang sekaligus di luar irama bulanannya, dan bagaimana label yang menempel pada uang itu mengubah keputusannya. Di Indonesia, uang sekaligus yang paling umum adalah THR, dan bentuk masalahnya bahkan lebih tajam daripada di studi-studi ini, karena uangnya datang beberapa hari sebelum pengeluaran terbesar dalam setahun.
Label mengubah hasilnya
Nicholas Epley, Dennis Mak, dan Lorraine Chen Idson menerbitkan temuan ini di Journal of Behavioral Decision Making pada 2006. Alasan teoretisnya sederhana: semua penghasilan menambah kekayaan, tetapi keputusan belanja lebih banyak dipengaruhi oleh perubahan yang dirasakan, dan perubahan itu dihitung dengan membandingkan keadaan sekarang terhadap keadaan sebelumnya. Prediksi mereka adalah orang lebih mungkin membelanjakan uang yang dibingkai sebagai keuntungan dari posisi sekarang dibanding uang yang dibingkai sebagai kembali ke posisi lama. Empat eksperimen mendukung prediksi itu, mulai dari ingatan orang tentang bagaimana mereka memakai pengembalian pajak yang nyata sampai pembelian sungguhan di laboratorium. Uangnya identik; yang berbeda hanya namanya.
Apa yang orang katakan akan mereka lakukan
Matthew Shapiro dan Joel Slemrod mempelajari pembayaran sekaligus dari pemerintah Amerika pada 2001 menggunakan survei. Hanya 22 persen rumah tangga penerima yang mengatakan mereka akan sebagian besar membelanjakannya; sisanya menyatakan akan menabung atau memakainya untuk melunasi utang. Angka itu menarik bukan karena membuktikan orang hemat, melainkan karena ia adalah niat yang dinyatakan, dan niat yang dinyatakan adalah jenis data yang paling gampang keliru dibaca. Orang menjawab survei di ruang yang tenang, tanpa toko di depan mata, tanpa undangan yang datang bersamaan, dan tanpa satu pun dari tekanan yang sebenarnya menentukan ke mana uang itu pergi beberapa minggu kemudian.
Apa yang terlihat di data belanja
Jonathan Parker dan rekan-rekannya mengukur pembayaran sekaligus tahun 2008 di American Economic Review pada 2013, memakai pertanyaan tambahan pada survei pengeluaran rumah tangga dan memanfaatkan waktu pencairan yang diacak. Rumah tangga membelanjakan sekitar 12 sampai 30 persen dari pembayaran itu untuk barang tidak tahan lama selama tiga bulan periode penerimaan, dan lebih banyak lagi untuk barang tahan lama, terutama kendaraan, sehingga total responsnya jauh lebih besar. Bandingkan dengan angka niat tadi dan polanya jelas: uang sekaligus lebih banyak dibelanjakan daripada yang orang perkirakan tentang dirinya sendiri, dan sebagian besar selisih itu bukan kebohongan melainkan ketidaktahuan.
Membaca ketiganya bersama-sama
Ketiga studi ini tidak mengukur hal yang sama, dan berpura-pura sebaliknya adalah cara nasihat buruk dilahirkan. Yang pertama adalah eksperimen tentang pembingkaian, yang kedua adalah niat yang dinyatakan tentang satu peristiwa tahun 2001, yang ketiga adalah belanja yang benar-benar terukur pada peristiwa tahun 2008. Yang bisa disimpulkan dari ketiganya secara jujur hanya dua hal, dan keduanya berguna. Pertama, label yang menempel pada uang mengubah kemungkinan uang itu dibelanjakan. Kedua, perkiraan orang tentang perilakunya sendiri terhadap uang sekaligus cenderung lebih hemat daripada perilakunya yang sebenarnya. Dua hal itu cukup untuk mengubah cara Anda memperlakukan THR.
Apa artinya untuk metode amplop
Bagi tugasnya sebelum uangnya masuk rekening, bukan sesudah. THR punya keunggulan yang jarang dimiliki uang lain: tanggalnya kira-kira sudah diketahui berminggu-minggu sebelumnya, sehingga keputusan bisa diambil di hari biasa saat tidak ada apa pun yang mendesak. Ambil angka yang tertulis di slip THR Anda sendiri, jangan angka dari mana pun, lalu tulis pembagiannya dalam persentase: sekian untuk mudik, sekian untuk kondangan dan angpau, sekian untuk baju dan makanan hari raya, sekian untuk melunasi satu cicilan, sekian untuk dana darurat. Setelah itu hari pencairan berubah dari keputusan besar menjadi pekerjaan mencatat lima menit.
Sumber
Semua sumber di bawah sudah diambil dan diperiksa. Temuannya ditulis sebagaimana sumbernya menyatakan.
-
Bonus or rebate?: The impact of income framing on spending and saving
— Journal of Behavioral Decision Making, 2006
Orang lebih mungkin membelanjakan penghasilan yang dibingkai sebagai keuntungan dari posisi kekayaan saat ini dibanding penghasilan yang dibingkai sebagai kembali ke posisi sebelumnya, dikonfirmasi lewat empat eksperimen yang mencakup ingatan tentang pemakaian pengembalian pajak nyata, rejeki tak terduga, dan pembelian sungguhan di laboratorium. -
Consumer Response to Tax Rebates
— American Economic Review (angka dibaca dari NBER Working Paper 8672), 2003
Dalam data survei tentang pembayaran sekaligus dari pemerintah Amerika tahun 2001, hanya 22 persen rumah tangga penerima menyatakan akan sebagian besar membelanjakannya; sisanya menyatakan akan menabung atau memakainya untuk melunasi utang. -
Consumer Spending and the Economic Stimulus Payments of 2008
— American Economic Review, 2013
Dengan pertanyaan tambahan pada survei pengeluaran rumah tangga dan waktu pencairan yang diacak, rumah tangga membelanjakan sekitar 12 sampai 30 persen pembayaran untuk barang tidak tahan lama selama tiga bulan periode penerimaan, dan lebih banyak lagi untuk barang tahan lama seperti kendaraan.
Pertanyaan umum
Kenapa THR terasa lenyap padahal jumlahnya besar?
Karena ia datang tanpa tugas, dan uang tanpa tugas selalu menemukan tugasnya sendiri. Ditambah lagi, THR mendarat beberapa hari sebelum rangkaian pengeluaran terbesar dalam setahun, sehingga tidak ada jeda antara uang masuk dan keputusan belanja. Riset tentang pembingkaian menunjukkan uang yang dianggap tambahan lebih mudah dibelanjakan daripada uang yang dianggap bagian dari penghasilan biasa. Cara paling murah melawannya adalah memberi nama pada setiap bagian sebelum tanggal cairnya.
Berapa persen uang kaget yang biasanya ditabung orang?
Tidak ada satu angka yang berlaku umum, dan siapa pun yang menyebutkannya sedang menggabungkan studi yang mengukur hal berbeda. Yang bisa dikatakan: dalam survei tentang satu pembayaran sekaligus di Amerika, hanya 22 persen rumah tangga menyatakan akan sebagian besar membelanjakannya, sementara pengukuran belanja pada peristiwa lain menunjukkan sebagian besar uangnya memang keluar. Pelajarannya bukan angkanya, melainkan bahwa perkiraan diri sendiri cenderung lebih optimistis daripada kenyataan.
Lebih baik THR dipecah ke banyak pos atau difokuskan ke satu hal?
Keduanya bisa, asal ditulis sebelum uangnya cair. Kalau ada satu utang yang bisa selesai sepenuhnya, menyelesaikannya punya keunggulan psikologis karena kewajiban bulanannya benar-benar hilang. Kalau tidak ada, memecah ke pos-pos yang tanggalnya sudah pasti seperti mudik, kondangan, dan kebutuhan hari raya biasanya lebih realistis, karena pos-pos itu akan datang entah Anda menganggarkannya atau tidak.
Jalankan anggaran ini di ponsel Anda
Envelope Budget menaruh amplop-amplop ini di saku Anda. Beri tugas untuk tiap nominal, catat pengeluaran begitu terjadi, dan lihat berapa yang benar-benar tersisa.
Unduh Envelope BudgetiPhone · catat manual, tanpa koneksi bank · uji coba gratis 7 hari