Kenapa pengeluaran melonjak di tanggal muda, menurut riset
Bahasa Indonesia sudah punya nama untuk temuan ini jauh sebelum ada datanya: tanggal muda dan tanggal tua. Dengan data transaksi sekitar 75.000 pengguna aplikasi keuangan, para peneliti menemukan total pengeluaran naik sekitar 70 persen di atas rata-rata hariannya pada hari penghasilan masuk, dan tetap tinggi setidaknya empat hari sesudahnya. Sebagian besar lonjakan itu adalah tagihan yang memang sengaja dijadwalkan di tanggal gajian, tapi kepekaan yang tersisa jauh lebih kuat pada kelompok dengan cadangan kas paling tipis.
Batasnya lebih dulu: ini sampel Amerika
Dua studi yang dibahas di halaman ini dikerjakan di Amerika Serikat, pada rumah tangga Amerika, dan tidak satu pun mengukur rumah tangga Indonesia. Kami menyebutkannya di depan karena kalimat itulah yang membedakan halaman yang jujur dari halaman yang menyiratkan ada bukti lokal padahal tidak ada. Yang diukur kedua studi ini adalah mekanisme perilaku, yaitu bagaimana pengeluaran tersebar terhadap hari uang masuk, dan mekanisme semacam itu cenderung lebih bisa dipindahkan antar negara daripada angka rupiahnya. Perbedaan strukturnya justru memperkuat, bukan melemahkan: banyak pekerja Amerika menerima upah dua mingguan, sementara di Indonesia gaji umumnya sekali sebulan, sehingga jarak antara dua tanggal gajian di sini dua kali lebih panjang.
Lonjakan di hari uang masuk
Studi yang terbit di Science pada 2014 memakai data transaksi dan saldo sekitar 75.000 pengguna sebuah aplikasi keuangan pribadi, dengan fokus pada sekitar 23.000 orang yang menerima penghasilan rutin. Temuannya tajam: pada hari penghasilan masuk, total pengeluaran naik sekitar 70 persen di atas rata-rata hariannya, dan tetap lebih tinggi selama setidaknya empat hari berikutnya. Penulisnya jujur soal isi lonjakan itu. Sebagian besar bukan belanja impulsif, melainkan tagihan, transfer, dan pembayaran berulang yang memang sengaja dijadwalkan mendekati tanggal masuknya uang. Karena itu angka 70 persen bukan berarti konsumsi bertambah 70 persen, melainkan bahwa waktu keluarnya uang menempel erat pada waktu masuknya.
Yang benar-benar membedakan adalah cadangan kas
Bagian paling berguna dari studi itu adalah bagian yang menjelaskan kenapa dua orang dengan gaji sama bisa mengalami bulan yang sama sekali berbeda. Kepekaan pengeluaran terhadap kedatangan penghasilan jauh lebih menonjol pada sepertiga pengguna dengan cadangan paling tipis, yang rata-rata hanya memegang setara sekitar lima hari pengeluaran, dibandingkan sepertiga dengan cadangan paling tebal, yang memegang setara sekitar 159 hari. Terjemahan praktisnya begini: orang yang hidup dari tanggal ke tanggal bukan lebih tidak disiplin, melainkan tidak punya penyangga, sehingga kalender pembayaran otomatis menjadi kalender konsumsi. Membangun cadangan, walau kecil, justru mengubah bagian ini lebih dulu daripada kebiasaan apa pun.
Pola yang sama pada penghasilan bulanan yang sudah pasti
Studi kedua, terbit pada 2003, melihat kasus di mana besar dan tanggal penerimaan sudah diketahui jauh hari, yaitu tunjangan bulanan jaminan sosial di Amerika. Teori ekonomi standar memperkirakan konsumsi akan rata, karena tidak ada informasi baru saat uangnya datang. Dengan catatan harian pengeluaran rumah tangga, penulisnya justru menemukan bahwa baik nominal maupun kemungkinan terjadinya pengeluaran naik segera setelah dana itu diterima, paling jelas pada pembelian yang langsung dinikmati seperti makan di luar, dan paling kuat pada rumah tangga yang menjadikannya sumber penghasilan utama. Penulisnya juga menyebut besaran efeknya relatif kecil dan tidak menunjukkan kerugian kesejahteraan yang besar.
Kenapa di sini bentuknya jadi tanggal tua
Gabungkan keduanya dan Anda mendapat bentuk bulan yang khas Indonesia. Penghasilan datang sekali, sekaligus; tagihan dan cicilan dijadwalkan tepat sesudahnya; belanja yang bisa dinikmati langsung juga memuncak di hari-hari yang sama; lalu tiga minggu berikutnya dibiayai oleh apa pun yang tersisa. Itu bukan cacat moral, dan justru karena itu ada istilah yang dipakai semua orang untuk menggambarkannya. Konsekuensinya juga jelas: karena hanya ada satu tanggal gajian, satu kesalahan di minggu pertama tidak punya kesempatan diperbaiki sampai bulan berikutnya, berbeda dari sistem upah dua mingguan yang memberi titik perbaikan di tengah jalan.
Apa artinya untuk metode amplop
Dua langkah mengikuti langsung dari temuan ini, dan keduanya soal bentuk, bukan soal kemauan. Pertama, pecah bulan jadi empat pengisian mingguan dari satu gajian. Uangnya tetap sama, tapi keputusan Anda jadi empat kali, bukan sekali, sehingga minggu yang jebol berhenti di minggu itu saja. Kedua, isi amplop tetap di hari uang masuk, sebelum tanggal muda sempat berlaku, karena hari itulah saat semua tagihan dan semua godaan berebut tempat. Yang tersisa setelah itu boleh dipakai tanpa perlu dihitung lagi. Cadangan kecil sekalipun, seperti amplop penyangga, mengubah hubungan antara tanggal terima dan tanggal belanja lebih cepat daripada usaha berhemat mana pun.
Sumber
Semua sumber di bawah sudah diambil dan diperiksa. Temuannya ditulis sebagaimana sumbernya menyatakan.
-
Harnessing naturally occurring data to measure the response of spending to income
— Science, 2014
Dengan data transaksi dan saldo sekitar 75.000 pengguna aplikasi keuangan, dengan fokus pada sekitar 23.000 penerima penghasilan rutin, total pengeluaran naik sekitar 70 persen di atas rata-rata harian pada hari penghasilan masuk dan tetap tinggi setidaknya empat hari. Kepekaan berlebih paling menonjol pada sepertiga pengguna dengan likuiditas terendah, yang memegang setara sekitar lima hari pengeluaran, dibanding sepertiga tertinggi yang memegang setara sekitar 159 hari. -
3rd of tha Month: Do Social Security Recipients Smooth Consumption Between Checks?
— American Economic Review (angka dibaca dari NBER Working Paper 9135), 2003
Dengan catatan harian pengeluaran rumah tangga, baik nominal maupun kemungkinan terjadinya pengeluaran naik segera setelah tunjangan bulanan diterima, paling jelas pada pembelian yang langsung dinikmati seperti makan di luar, dan paling kuat pada rumah tangga yang menjadikannya sumber penghasilan utama. Penulis menyebut besaran efeknya relatif kecil.
Pertanyaan umum
Belanja lebih banyak di tanggal muda itu masalah?
Belum tentu. Sebagian besar lonjakan di data itu adalah tagihan yang memang sengaja dijadwalkan di tanggal gajian, dan itu justru pengaturan yang baik. Yang perlu diperhatikan adalah bagian sisanya, yaitu belanja yang bisa ditunda tapi tetap menumpuk di hari yang sama, terutama kalau cadangan Anda tipis. Ukurannya sederhana: kalau minggu terakhir sebelum gajian selalu berbeda cara hidupnya dari minggu pertama, berarti siklusnya sedang mengatur Anda.
Kalau semua orang tahu kapan gajian, kenapa tidak diratakan sendiri?
Karena meratakan pengeluaran membutuhkan cadangan, dan cadangan itulah yang justru tidak dimiliki kelompok yang efeknya paling kuat. Dalam data tersebut kelompok dengan cadangan paling tipis rata-rata hanya memegang setara sekitar lima hari pengeluaran. Tanpa penyangga, satu tagihan yang jatuh tempo di tanggal tua tidak punya sumber lain selain menunggu gajian, jadi yang terjadi bukan pilihan melainkan keterpaksaan.
Sebaiknya saya menganggarkan mingguan, bukan bulanan?
Untuk amplop yang tidak tetap, iya. Belanja dapur, transportasi, dan hiburan lebih mudah dikendalikan dengan jatah mingguan karena umpan baliknya datang empat kali sebulan. Amplop tetap seperti tempat tinggal, listrik dan air, serta cicilan tetap diisi sekali di hari gajian, karena jatuh temponya memang bulanan. Gabungan itu memberi Anda irama pendek untuk hal yang gampang bocor dan irama panjang untuk hal yang tidak berubah.
Jalankan anggaran ini di ponsel Anda
Envelope Budget menaruh amplop-amplop ini di saku Anda. Beri tugas untuk tiap nominal, catat pengeluaran begitu terjadi, dan lihat berapa yang benar-benar tersisa.
Unduh Envelope BudgetiPhone · catat manual, tanpa koneksi bank · uji coba gratis 7 hari