Bias masa kini dan diskonto hiperbolik: apa yang benar-benar ditunjukkan riset
Ekonom memodelkan bias masa kini sebagai kecenderungan memberi bobot berlebih pada imbalan yang langsung didapat, sehingga pilihan bisa berbalik ketika momennya tiba. Dalam uji lapangan yang paling dikenal, DellaVigna dan Malmendier menganalisis 7.752 anggota pada tiga klub kebugaran di Amerika selama tiga tahun dan menemukan anggota yang memilih kontrak bulanan dengan iuran tetap di atas 70 dolar rata-rata datang 4,3 kali sebulan, sehingga membayar lebih dari 17 dolar per kunjungan yang diharapkan, padahal tersedia tiket sepuluh kunjungan seharga 10 dolar per kunjungan.
Batasnya lebih dulu: ini sampel Amerika
Studi lapangan yang dibahas di halaman ini dikerjakan di Amerika Serikat pada anggota klub kebugaran di sana, dan nominalnya dalam dolar Amerika pada periode studinya. Kami menyebutkannya di depan supaya tidak ada yang mengira ini pengukuran atas perilaku orang Indonesia, dan kami tidak mengonversi angkanya ke rupiah karena konversi seperti itu hanya menciptakan kesan ketepatan yang tidak ada. Yang bisa dipindahkan adalah polanya, yaitu bahwa orang membayar di depan untuk perilaku yang mereka rencanakan dan kemudian tidak menjalankannya. Bentuk lokalnya mudah dikenali: keanggotaan yang jarang dipakai, langganan yang tidak ditonton, dan kursus yang berhenti di pertemuan ketiga.
Modelnya, dengan bahasa sederhana
Model ekonomi standar mendiskonto masa depan dengan laju tetap, yang berarti preferensi Anda seharusnya konsisten sepanjang waktu. Makalah David Laibson pada 1997 bekerja dengan bentuk lain, yang biasa disebut diskonto kuasi hiperbolik: ada potongan tambahan yang berlaku khusus untuk apa pun yang tidak terjadi sekarang juga. Akibatnya, membandingkan dua tanggal di masa depan terasa masuk akal, tetapi begitu salah satunya menjadi hari ini, urutan pilihannya berbalik. Itu sebabnya rencana menabung mulai bulan depan terasa mudah disetujui, sementara menabung hari ini terasa berat, padahal keduanya adalah keputusan yang sama dilihat dari jarak yang berbeda.
Dua pembedaan yang penting
Ted O Donoghue dan Matthew Rabin menekankan dua pembedaan di American Economic Review pada 1999. Pertama, apakah kegiatannya berbiaya sekarang dan berimbalan nanti, yang merupakan bentuk menabung dan berolahraga, atau berimbalan sekarang dan berbiaya nanti, yang merupakan bentuk belanja dan berutang. Kedua, apakah orangnya sadar bahwa dirinya akan punya masalah pengendalian diri di masa depan atau tidak sadar sama sekali. Kesimpulan mereka tidak intuitif: orang yang tidak sadar cenderung menunda kegiatan berbiaya sekarang, sedangkan orang yang sadar justru bisa terlalu cepat menikmati kegiatan berimbalan sekarang, dengan alasan toh nanti juga akan tergoda lagi.
Studi gym, dan apa yang sebenarnya ditemukan
Stefano DellaVigna dan Ulrike Malmendier, di American Economic Review pada 2006, menganalisis pilihan kontrak sekaligus kehadiran harian 7.752 anggota di tiga klub kebugaran Amerika selama tiga tahun. Anggota yang memilih kontrak bulanan dengan iuran tetap di atas 70 dolar rata-rata hadir 4,3 kali sebulan, sehingga membayar lebih dari 17 dolar untuk setiap kunjungan yang diharapkan, padahal mereka bisa membayar 10 dolar per kunjungan dengan tiket sepuluh kunjungan. Rata-rata, kelompok ini melepas penghematan sekitar 600 dolar selama masa keanggotaannya. Yang membuat temuan ini kuat adalah datanya bukan jawaban survei, melainkan catatan kehadiran yang sesungguhnya.
Catatan yang diberikan penulisnya sendiri
DellaVigna dan Malmendier tidak menyajikan pembayaran berlebih itu sebagai bukti murni kegagalan pengendalian diri. Penjelasan yang mereka anggap paling kuat adalah orang terlalu percaya diri terhadap kemampuan pengendalian dirinya di masa depan, atau terlalu percaya diri terhadap seberapa sering ia akan datang. Bedanya penting untuk urusan uang. Kalau masalahnya adalah keyakinan yang keliru tentang diri sendiri, maka solusinya bukan lebih banyak niat, melainkan lebih banyak data tentang perilaku Anda yang sebenarnya. Itulah alasan mencatat pengeluaran selama tiga puluh hari sering mengubah keputusan lebih banyak daripada membaca sepuluh nasihat keuangan. Data kehadiran yang sesungguhnya hampir selalu mengalahkan perkiraan seseorang tentang dirinya sendiri, dan hal yang sama berlaku untuk pengeluaran.
Apa artinya untuk metode amplop
Kalau potongan tambahan itu berlaku khusus untuk momen sekarang, maka langkah yang masuk akal adalah memindahkan keputusan menjauh dari momen godaan. Mengisi amplop di hari gajian adalah persis itu: keputusan tentang uang bulan ini diambil pada satu pagi yang tenang, bukan dua puluh kali di depan kasir. Mekanisme yang sama berlaku untuk langganan tahunan yang diperpanjang otomatis; tanggal perpanjangannya adalah momen ketika Anda tidak memutuskan apa pun, sehingga keputusannya sudah diambil oleh diri Anda setahun lalu. Dan kalau Anda pernah membayar di depan untuk kebiasaan yang tidak terjadi, itu bukan alasan menyalahkan diri, melainkan data untuk menentukan amplop tahun depan.
Sumber
Semua sumber di bawah sudah diambil dan diperiksa. Temuannya ditulis sebagaimana sumbernya menyatakan.
-
Paying Not to Go to the Gym
— American Economic Review, 2006
Dengan data kontrak dan kehadiran harian 7.752 anggota di tiga klub kebugaran Amerika selama tiga tahun, anggota yang memilih iuran bulanan tetap di atas 70 dolar rata-rata hadir 4,3 kali per bulan dan membayar lebih dari 17 dolar per kunjungan yang diharapkan, padahal tersedia tiket sepuluh kunjungan seharga 10 dolar per kunjungan; rata-rata mereka melepas penghematan sekitar 600 dolar selama keanggotaan. -
Doing It Now or Later
— American Economic Review, 1999
Memodelkan masalah pengendalian diri sebagai preferensi yang bias ke masa kini, dan membedakan kegiatan berbiaya langsung dari kegiatan berimbalan langsung, serta pelaku yang sadar akan masalahnya dari yang tidak sadar; orang yang tidak sadar cenderung menunda kegiatan berbiaya langsung, sedangkan kesadaran justru memperburuk kecenderungan menyegerakan kegiatan berimbalan langsung.
Pertanyaan umum
Bias masa kini sama saja dengan tidak sabaran?
Tidak persis. Tidak sabaran berarti Anda konsisten lebih menyukai yang cepat, dan itu tidak menimbulkan pembalikan pilihan. Bias masa kini berarti ada potongan tambahan yang hanya berlaku untuk sekarang, sehingga pilihan Anda antara dua tanggal di masa depan bisa berbeda dari pilihan Anda ketika salah satu tanggal itu menjadi hari ini. Justru pembalikan itulah yang menjelaskan kenapa rencana yang Anda buat sendiri sering dilanggar oleh Anda sendiri.
Apakah studi gym membuktikan orang buruk dalam mengendalikan diri?
Penulisnya sendiri lebih berhati-hati dari itu. Mereka menyebut penjelasan yang paling kuat adalah terlalu percaya diri, baik tentang pengendalian diri di masa depan maupun tentang seberapa sering akan datang. Jadi yang terukur bukan kelemahan moral, melainkan perkiraan yang keliru tentang perilaku diri sendiri. Untuk keuangan, itu kabar yang lebih baik, karena perkiraan yang keliru bisa diperbaiki dengan pencatatan, sementara kelemahan moral tidak bisa dianggarkan.
Apakah metode amplop menyembuhkan bias masa kini?
Tidak menyembuhkan, tetapi mengubah tempat keputusannya diambil. Amplop memindahkan sebagian besar keputusan ke hari gajian, saat tidak ada godaan di depan mata, dan menyisakan lebih sedikit keputusan untuk momen ketika bias itu paling kuat bekerja. Efeknya bertambah kalau amplop diisi mingguan, karena kesalahan satu minggu tidak punya kesempatan memakan tiga minggu berikutnya.
Jalankan anggaran ini di ponsel Anda
Envelope Budget menaruh amplop-amplop ini di saku Anda. Beri tugas untuk tiap nominal, catat pengeluaran begitu terjadi, dan lihat berapa yang benar-benar tersisa.
Unduh Envelope BudgetiPhone · catat manual, tanpa koneksi bank · uji coba gratis 7 hari