Apakah menyusun anggaran benar-benar berhasil? Jawaban jujurnya
Buktinya mendukung dua hal sekaligus: anggaran per kategori benar-benar mengubah apa yang orang konsumsi, dan perkiraan di dalam anggaran hampir selalu terlalu rendah. Heath dan Soll menemukan bahwa menganggarkan bisa menyebabkan konsumsi berlebih maupun konsumsi kurang, tergantung ukuran kategorinya. Sussman dan Alter menemukan orang cukup akurat memperkirakan pembelian biasa tetapi meremehkan pengeluaran yang sifatnya luar biasa. Jadi anggaran bekerja sebagai alat mengarahkan perhatian, dan tidak bekerja sebagai ramalan.
Batasnya lebih dulu: ini sampel Amerika
Studi-studi yang dibahas di sini dikerjakan pada konsumen di Amerika Serikat dan diterbitkan di jurnal berbahasa Inggris. Tidak ada satu pun yang mengukur rumah tangga Indonesia, dan itu perlu dikatakan langsung supaya tidak ada yang mengira halaman ini melaporkan bukti lokal. Yang berpindah antar tempat adalah mekanisme kognitifnya: bagaimana orang membentuk kategori pengeluaran di kepalanya, dan seberapa akurat mereka menebak pengeluarannya sendiri. Bagian yang jelas tidak berpindah adalah nominalnya, dan halaman ini tidak menyebut satu pun angka rupiah, karena angka yang benar hanya bisa datang dari catatan Anda sendiri. Yang bisa diberikan halaman ini adalah kerangkanya, sedangkan angkanya harus datang dari catatan Anda sendiri.
Apa yang jelas dilakukan anggaran
Chip Heath dan Jack Soll menerbitkan pengujian dasarnya di Journal of Consumer Research pada 1996. Argumen mereka adalah konsumen menetapkan anggaran untuk kategori pengeluaran dan melacak belanja terhadap anggaran itu. Karena anggaran tidak mungkin mengantisipasi setiap kesempatan belanja dengan sempurna, orang akhirnya menyisihkan terlalu banyak atau terlalu sedikit untuk sebuah kategori. Akibatnya bisa ke dua arah. Ketika jatah kategori sudah habis oleh pembelian biasa, seseorang bisa menolak pembelian yang sebenarnya ia inginkan dan mampu, dan itulah konsumsi kurang. Ketika jatahnya terlalu longgar, yang terjadi kebalikannya. Intinya, anggaran memang mengubah keputusan, bukan sekadar mencatatnya.
Yang paling sering terlupakan adalah pengeluaran luar biasa
Abigail Sussman dan Adam Alter melaporkan di Journal of Consumer Research pada 2012 bahwa orang cukup akurat menganggarkan pembelian yang sifatnya rutin, tetapi meremehkan total pengeluaran untuk hal-hal yang sifatnya luar biasa, sekaligus berbelanja berlebih pada setiap kejadian luar biasa itu. Penjelasan yang mereka ajukan: setiap pengeluaran tidak biasa diperlakukan sebagai kejadian tunggal yang berdiri sendiri, bukan sebagai bagian dari satu kelompok pengeluaran yang sebenarnya berulang sepanjang tahun. Untuk pembaca di Indonesia, daftar kejadian luar biasa itu sangat panjang dan sangat bisa diperkirakan: kondangan, hari raya, sekolah, servis besar, dan perjalanan pulang kampung.
Kenapa bulan pertama hampir selalu meleset
Gabungkan dua temuan tadi dan Anda mendapat penjelasan yang cukup untuk kegagalan yang paling sering dialami orang. Anggaran dibuat dari ingatan tentang bulan yang normal, sementara bulan yang benar-benar normal hampir tidak ada, karena setiap bulan mengandung satu atau dua kejadian yang oleh kepala Anda dianggap pengecualian. Kalau setiap bulan punya pengecualiannya sendiri, maka pengecualian itu sebenarnya aturan. Karena itu meleset di bulan pertama bukan tanda bahwa Anda tidak disiplin, melainkan tanda bahwa Anda baru saja mengukur untuk pertama kalinya, dan pengukuran pertama memang selalu paling kasar. Karena itu ukuran keberhasilan bulan pertama bukan ketepatan anggarannya, melainkan selengkap apa catatan Anda.
Kesimpulannya, dan perubahan amplop yang mengikutinya
Anggaran secara konsisten mengubah alokasi dan perhatian, dan secara konsisten dimulai dengan perkiraan yang terlalu optimistis. Keduanya didukung bukti. Jadi berhentilah memperlakukan bulan pertama sebagai ujian yang lulus atau gagal. Buat amplopnya, catat pengeluaran yang sebenarnya, lalu perbaiki angkanya di bulan kedua. Untuk pengeluaran luar biasa, jangan menunggu ia muncul: kumpulkan semuanya dalam satu amplop Dana Persiapan dengan daftar tanggal, karena begitu kondangan, hari raya, dan biaya sekolah berada dalam satu daftar yang sama, mereka berhenti terasa sebagai kejutan dan mulai terlihat sebagai jadwal. Setelah dua atau tiga bulan, angka-angka itu berhenti banyak bergerak, dan sejak titik itulah anggaran Anda mulai bisa dipercaya.
Sumber
Semua sumber di bawah sudah diambil dan diperiksa. Temuannya ditulis sebagaimana sumbernya menyatakan.
-
Mental Budgeting and Consumer Decisions
— Journal of Consumer Research, 1996
Konsumen menetapkan anggaran untuk kategori pengeluaran dan melacak belanja terhadapnya; karena anggaran tidak dapat mengantisipasi setiap kesempatan konsumsi, orang menyisihkan terlalu banyak atau terlalu sedikit, sehingga menganggarkan dapat menyebabkan konsumsi kurang maupun konsumsi berlebih, dengan efek lebih kuat pada pembelian yang jelas termasuk dalam kategorinya. -
The Exception Is the Rule: Underestimating and Overspending on Exceptional Expenses
— Journal of Consumer Research, 2012
Lewat tujuh studi, orang menganggarkan pembelian biasa dengan cukup akurat tetapi meremehkan total pengeluaran luar biasa sekaligus berbelanja berlebih pada setiap pembelian luar biasa, karena setiap kejadian diperlakukan sebagai peristiwa tunggal alih-alih bagian dari satu kelompok pengeluaran.
Pertanyaan umum
Ada bukti bahwa menyusun anggaran membuat keadaan keuangan lebih baik?
Yang punya bukti kuat adalah bahwa anggaran mengubah perilaku belanja, ke arah yang bisa dua-duanya, membatasi maupun melonggarkan, tergantung ukuran kategorinya. Klaim bahwa menyusun anggaran otomatis membuat orang lebih kaya jauh lebih sulit dibuktikan, karena hasil keuangan seseorang dipengaruhi penghasilan, biaya hidup, dan kejadian tak terduga yang jauh lebih besar pengaruhnya. Yang bisa dijanjikan dengan jujur adalah anggaran memberi Anda informasi dan titik keputusan yang lebih awal.
Kenapa anggaran saya gagal di bulan pertama?
Kemungkinan besar karena perkiraan awal Anda terlalu rendah, dan itu adalah pola yang terukur, bukan kekurangan pribadi. Yang paling sering terlewat adalah pengeluaran yang terasa luar biasa, padahal jenisnya berulang sepanjang tahun. Perbaikannya bukan memperkuat tekad, melainkan mencatat satu bulan penuh apa adanya lalu memakai angka nyata itu sebagai dasar bulan kedua.
Bisakah menyusun anggaran justru membuat saya lebih boros?
Bisa, dan itu ada di temuan Heath dan Soll. Kalau sebuah kategori diberi jatah terlalu longgar, jatah itu cenderung dianggap izin, dan pengeluaran menyesuaikan ke atas. Cara mencegahnya adalah menetapkan besaran amplop dari catatan Anda sendiri, bukan dari angka bulat yang terasa nyaman, dan meninjau ulang amplop yang tiga bulan berturut-turut selalu tersisa banyak.
Lebih baik menganggarkan per tahun daripada per bulan?
Untuk pengeluaran yang berulang setiap bulan, per bulan lebih praktis karena umpan baliknya cepat. Tetapi untuk hal-hal yang terasa luar biasa, cara berpikir tahunan justru menyelamatkan: hitung berapa kali dalam setahun kejadian semacam itu muncul, jumlahkan biayanya, lalu bagi dua belas dan simpan sebagai Dana Persiapan bulanan. Dengan begitu Anda mendapat ketelitian bulanan sekaligus cakupan tahunan.
Jalankan anggaran ini di ponsel Anda
Envelope Budget menaruh amplop-amplop ini di saku Anda. Beri tugas untuk tiap nominal, catat pengeluaran begitu terjadi, dan lihat berapa yang benar-benar tersisa.
Unduh Envelope BudgetiPhone · catat manual, tanpa koneksi bank · uji coba gratis 7 hari