Cara mengatur uang THR biar tidak habis
THR adalah pemasukan terbesar yang diterima kebanyakan rumah tangga dalam setahun, dan ia mendarat beberapa hari sebelum pengeluaran terbesar dalam setahun. Itu sebabnya ia hilang. Perbaikannya satu langkah dan harus dilakukan sebelum uangnya masuk: pecah angka di slip Anda sendiri menjadi persentase yang sudah punya nama, tulis nominalnya, lalu pindahkan di hari uang itu diterima. Kami tidak menyebutkan berapa besar THR Anda, karena besarannya diatur oleh ketentuan ketenagakerjaan dan berbeda menurut situasi masing-masing orang.
Kenapa THR hampir selalu habis
Bukan karena orang boros. Karena tiga hal terjadi sekaligus. Pertama, ia datang utuh dalam satu kali transfer, dan uang yang datang dalam satu potongan besar tidak terasa punya batas seperti gaji bulanan yang sudah punya tagihan menempel padanya. Kedua, ia mendarat beberapa hari sebelum rombongan pengeluaran terbesar dalam setahun: perjalanan pulang, pakaian, hantaran, amplop untuk keponakan dan orang tua, dan undangan yang menumpuk setelah hari raya. Ketiga, ia tidak punya tugas. Uang tanpa tugas selalu terserap dalam dua pekan, tanpa satu pun keputusan yang terasa besar. Yang menyelesaikan ketiganya adalah pemberian nama, dan pemberian nama harus terjadi sebelum transfernya masuk.
Angkanya milik Anda, bukan milik halaman ini
Kami tidak menyebut nominal THR, tidak menyebut pengalinya, dan tidak menjelaskan siapa yang berhak menerimanya berapa. Itu diatur oleh ketentuan ketenagakerjaan dan berbeda menurut masa kerja serta bentuk hubungan kerja masing-masing orang, dan menjelaskannya bukan tempat kami. Yang Anda butuhkan cuma satu angka: yang tertulis di slip atau pemberitahuan dari tempat kerja Anda sendiri. Kalau angka itu belum keluar, pakai angka tahun lalu sebagai perkiraan kerja dan perbarui saat yang asli datang. Seluruh sisa halaman ini bekerja dalam persentase, jadi ia berlaku sama untuk angka berapa pun. Dengan begitu, rencana yang Anda susun tetap berlaku meskipun angkanya berubah dari tahun ke tahun.
Pecah dalam persentase, sebelum uangnya masuk
Buka satu halaman dan bagi angka Anda ke pos-pos yang sudah punya nama, dalam persentase, lalu ubah jadi nominal. Titik awal yang biasa dipakai: sekitar 40 persen untuk seluruh rombongan hari raya, yaitu perjalanan, pakaian, hantaran, dan amplop; sekitar 25 persen untuk tagihan yang memang jatuh di bulan itu dan bulan berikutnya, karena bulan setelah hari raya biasanya sesak; sekitar 20 persen untuk dana darurat atau melunasi satu kewajiban; sekitar 10 persen untuk dana persiapan tahun depan; dan sekitar 5 persen untuk hal yang benar-benar Anda inginkan tanpa alasan. Angka-angka itu titik awal, bukan aturan; geser sesuai keadaan Anda.
Pos hari raya dipecah per orang, bukan per total
Bagian yang paling sering jebol adalah amplop untuk keluarga, dan penyebabnya selalu sama: nominalnya ditentukan sebagai total, bukan per orang. Total yang ditetapkan tanpa daftar akan diam-diam terlampaui setiap kali muncul satu nama tambahan. Tulis daftar nama lebih dulu, tentukan nominal per orang menurut hubungannya, lalu kalikan. Cara yang sama berlaku untuk hantaran dan pakaian: hitung berapa orang, tetapkan angka per orang, baru totalkan. Kami tidak menyebut berapa nominal yang pantas untuk siapa pun, karena itu kebiasaan yang berbeda antar keluarga dan antar daerah, dan angka yang benar adalah angka yang Anda tetapkan sendiri sebelum berangkat.
Bulan setelah hari raya adalah bagian yang terlupa
Rencana THR yang hanya memikirkan minggu hari raya akan selamat sampai hari raya lalu ambruk sesudahnya. Bulan berikutnya membawa rombongannya sendiri: undangan yang menumpuk, tagihan yang jatuh tempo seperti biasa, dan bagi keluarga dengan anak, awal tahun ajaran yang tidak jauh di belakangnya. Karena itu pos untuk tagihan dan pos untuk dana persiapan bukan kemewahan dalam pembagian tadi, keduanya justru bagian yang menentukan apakah bulan berikutnya berjalan tenang. Kalau Anda harus memangkas salah satu pos, pangkas pos keinginan pribadi dan pos hari raya, bukan pos tagihan bulan berikutnya. Cara paling sederhana memastikannya adalah menuliskan perkiraan pengeluaran bulan berikutnya lebih dulu, sebelum membagi sisanya ke pos apa pun.
Susunan amplopnya
Buat amplop untuk setiap pos dalam pembagian tadi sebelum transfernya masuk, dengan nominal yang sudah dihitung, lalu isi semuanya di hari uang itu diterima. Bukan besoknya. Uang THR yang menginap satu malam di saldo bersama sudah kehilangan sebagian batasnya. Karena Envelope Budget dicatat manual dan tidak terhubung ke bank, Anda memasukkan sendiri setiap pembagian dan setiap belanja, dan sisa tiap amplop terlihat di widget layar utama serta layar kunci. Itu berguna persis di tempat keputusan diambil, yaitu di pasar, di toko baju, dan di rumah keluarga saat amplop dibagikan. Setelah hari raya lewat, tutup amplop hari raya sampai nol dan catat berapa sebenarnya yang keluar, karena angka itulah bahan terbaik untuk menyusun pembagian tahun depan.
Pertanyaan umum
Sebaiknya THR dibagi berapa persen untuk apa?
Titik awal yang biasa dipakai adalah sekitar 40 persen untuk seluruh keperluan hari raya, 25 persen untuk tagihan bulan itu dan bulan berikutnya, 20 persen untuk dana darurat atau melunasi satu kewajiban, 10 persen untuk dana persiapan tahun depan, dan 5 persen untuk keinginan pribadi. Itu titik awal, bukan aturan. Kalau Anda punya kewajiban berjalan yang menumpuk, porsi pelunasan pantas lebih besar. Kalau dana darurat Anda masih kosong, porsi itu yang naik. Yang tidak boleh nol adalah pos tagihan bulan berikutnya.
Kapan sebaiknya mulai merencanakan pemakaian THR?
Beberapa pekan sebelum uangnya masuk, karena setelah masuk perencanaan berubah jadi pembenaran. Kalau angka pastinya belum diketahui, susun rencananya dalam persentase saja lalu isi nominalnya begitu angka resminya keluar. Rencana yang sudah berbentuk persentase bisa langsung dipakai untuk angka berapa pun, dan itu sebabnya cara ini lebih tahan daripada rencana yang disusun dari nominal yang ditebak.
Bolehkah seluruh THR dipakai untuk hari raya?
Boleh, itu keputusan Anda, tapi hitung dulu bulan berikutnya sebelum memutuskannya. Bulan setelah hari raya biasanya membawa undangan yang menumpuk dan tagihan yang tetap datang, dan bagi banyak keluarga juga awal tahun ajaran. Kalau seluruh THR habis di minggu hari raya, kekurangan bulan berikutnya akan ditutup dengan cara yang lebih mahal. Cara paling sederhana memutuskannya adalah menuliskan perkiraan pengeluaran bulan depan lebih dulu, baru membagi sisanya.
Jalankan anggaran ini di ponsel Anda
Envelope Budget menaruh amplop-amplop ini di saku Anda. Beri tugas untuk tiap nominal, catat pengeluaran begitu terjadi, dan lihat berapa yang benar-benar tersisa.
Unduh Envelope BudgetiPhone · catat manual, tanpa koneksi bank · uji coba gratis 7 hari