Beranda › Kurangi satu pos pengeluaran
Cara menekan pengeluaran kopi kekinian tanpa berhenti minum kopi
Kopi adalah contoh paling murni dari pengeluaran yang ditentukan frekuensi, bukan harga: satu gelas terasa tidak berarti, dua puluh dua gelas sebulan adalah baris anggaran yang nyata. Hitung dulu dengan perkalian sederhana dari harga yang Anda bayar dikali jumlah gelas per minggu dikali 4,33. Setelah angkanya terlihat, pilihan yang paling bertahan bukan berhenti total, melainkan menurunkan frekuensi ke jumlah yang Anda tetapkan sendiri dan menyiapkan pengganti yang layak untuk hari-hari lainnya.
Hitung sekali, dan pertanyaannya berubah
Kopi tidak pernah terasa sebagai pengeluaran karena dibeli satu per satu, sering dengan pembayaran nirsentuh yang tidak menyisakan rasa membayar. Perkaliannya butuh satu menit: harga yang Anda bayar dikali jumlah gelas per minggu dikali 4,33 untuk angka sebulan, dan dikali 52 untuk angka setahun. Tulis ketiganya berdampingan. Angka mingguan biasanya terasa masuk akal, angka bulanan mulai terasa, dan angka tahunan adalah yang membuat orang berhenti sejenak. Setelah itu, keputusannya bukan lagi antara boros dan hemat, melainkan antara kopi dan sesuatu yang lain di anggaran Anda. Itu keputusan yang jauh lebih mudah diambil dengan tenang.
Frekuensi lebih mudah digerakkan daripada harga
Ada dua cara menurunkan angka, dan hanya satu yang biasanya bertahan. Cara pertama adalah mengganti minuman yang Anda pesan dengan yang lebih murah, yang efeknya kecil dan membuat setiap pembelian terasa seperti pengorbanan. Cara kedua adalah mengurangi jumlah hari, misalnya dari tiap hari kerja menjadi beberapa kali seminggu, dan pada hari yang tersisa Anda tetap memesan apa pun yang Anda suka tanpa rasa bersalah. Cara kedua hampir selalu menghasilkan angka yang lebih rendah dan pengalaman yang lebih menyenangkan, karena kesenangan berasal dari kejadiannya, bukan dari jumlahnya. Tetapkan jumlah harinya sekarang, di rumah, bukan besok pagi di depan konter.
Siapkan pengganti yang layak, bukan yang menyedihkan
Pengurangan frekuensi hanya bertahan kalau hari-hari tanpa kopi beli tidak terasa seperti hukuman. Untuk sebagian orang, kopi sachet sudah cukup. Untuk yang lain, kopi tubruk yang diseduh sendiri di kantor atau kos dengan bubuk kopi yang benar-benar disukai jauh lebih memuaskan dan tetap jauh lebih murah per gelas. Kalau Anda mempertimbangkan membeli alat seduh, hitung titik impasnya dengan jujur: harga alatnya dibagi selisih per gelas memberi jumlah gelas yang harus Anda seduh sebelum alat itu membayar dirinya sendiri. Kalau angkanya ratusan gelas dan kebiasaan Anda belum stabil, tunda dulu dan mulai dari yang sederhana.
Perhatikan tempat kopi menempel pada kebiasaan lain
Kopi jarang berdiri sendiri. Ia menempel pada perjalanan berangkat kerja, pada istirahat sore bersama rekan kerja, pada pertemuan dengan teman, dan pada kebiasaan memesan lewat aplikasi bersama makanan. Karena menempel, mengubahnya sering berarti mengubah rutinitas kecil, bukan sekadar menahan diri. Kalau kopi Anda selalu dibeli dalam perjalanan, membawa termos berarti mengubah urutan pagi. Kalau kopi adalah alasan bertemu orang, mengubahnya jadi jalan sore atau ngobrol tanpa membeli mungkin terasa aneh di awal. Sadari ini sejak awal supaya Anda tidak menyimpulkan diri kurang disiplin, padahal yang sedang dilawan adalah rutinitas, bukan rasa haus.
Amplop: jatah jajan yang terlihat
Beri kopi tempat di amplop jajan atau Hiburan dan Makan di Luar dengan jatah mingguan, bukan bulanan. Jatah mingguan penting karena pembeliannya harian; saldo bulanan selalu terasa banyak pada minggu pertama dan habis tanpa jejak pada minggu terakhir. Kalau ingin melihat efeknya, pasang tujuan menabung yang konkret sebesar selisih yang Anda bebaskan, misalnya untuk dana mudik atau servis kendaraan, dan pindahkan uangnya di hari yang sama Anda memutuskan mengurangi. Uang yang dibebaskan tanpa tujuan akan diserap belanja lain dalam dua minggu, dan Anda akan menyimpulkan penghematannya tidak berhasil padahal uangnya memang pernah ada.
Pertanyaan umum
Apakah membeli mesin kopi benar-benar menghemat?
Hanya kalau Anda benar-benar memakainya cukup sering, dan itu bisa dihitung sebelum membeli. Bagi harga alat dan perlengkapannya dengan selisih biaya per gelas antara menyeduh sendiri dan membeli, dan Anda mendapat jumlah gelas yang harus diseduh sebelum alat itu impas. Bandingkan angka itu dengan kebiasaan Anda yang sebenarnya, bukan dengan kebiasaan yang Anda harapkan. Cara paling aman adalah memulai dengan alat paling sederhana selama sebulan; kalau kebiasaannya bertahan, barulah pertimbangkan alat yang lebih mahal.
Berapa yang wajar dianggarkan untuk kopi sebulan?
Tidak ada angka yang benar untuk semua orang, dan kami tidak akan menyebut harga apa pun karena harga berbeda antar kota dan antar gerai serta berubah. Yang bisa Anda lakukan adalah menghitung angka Anda sendiri, lalu meletakkannya di sebelah pos lain di anggaran Anda dan memutuskan apakah nilainya sepadan. Sebagian orang setelah melihat angkanya memutuskan tidak mengubah apa pun, dan itu keputusan yang sah selama posnya dianggarkan dan tidak diam-diam mengambil dari amplop lain.
Bagaimana kalau kopi adalah alasan bertemu teman?
Maka yang Anda bayar bukan kopi melainkan pertemuan, dan itu sebaiknya diakui dalam anggaran, bukan dipangkas diam-diam. Beri pos sosial jatahnya sendiri dan tetapkan berapa kali sebulan. Yang biasanya berhasil adalah mengurangi kopi rutin harian yang tidak melibatkan siapa pun, dan mempertahankan yang melibatkan orang lain. Pengurangan yang menyasar kebiasaan menyendiri hampir selalu lebih mudah bertahan daripada yang menyasar pertemuan, karena yang pertama tidak menuntut Anda menjelaskan apa pun kepada orang lain.
Jalankan anggaran ini di ponsel Anda
Envelope Budget menaruh amplop-amplop ini di saku Anda. Beri tugas untuk tiap nominal, catat pengeluaran begitu terjadi, dan lihat berapa yang benar-benar tersisa.
Unduh Envelope BudgetiPhone · catat manual, tanpa koneksi bank · uji coba gratis 7 hari